Hal itu dikatakan Wawan Kepala Desa Ciaro saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (6/4/2010).
"Waktu diminta KTP mereka enggak mau, katanya takut enggak betah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wawan juga mengatakan saat ini kedua orang tersebut sudah tidak ada lagi. "Sudah tidak ada, diduga sudah melarikan diri," ujarnya.
Sementara itu, saat aparat kewilayahan dan petugas dari Pertamina memeriksa sumber bau, awalnya rumah kontrakan Jajang tidak ducurigai. Namun saat hendak meminjam senter, petugas mencium bau menyengat di rumah tersebut.
"Waktu mau minjem senter enggak dikunci pintu depannya, pas dibuka kok baunya kuat banget. Orangnya sudah tidak ada, waktu dicari sumber baunya ternyata sudah ada lubang yang ditutup dengan tumpukan dus," ujar Wawan.
Menurut Wawan, ternyata pelaku sudah menggali lubang terowongan ke arah pipa tersebut. "Airnya terlihat seperti yang mendidih," tuturnya.
Ditemui terpisah tetangga depan rumah pelaku Rina Andriyani (23) mengatakan pelaku sempat ikut panik saat warga mencium bau minyak. "waktu pertama warga panik, mereka juga ikut panik, kayak yang nyium bau minyak jga," ujar Rina.
Menurut Rina, yang mengontrak rumah milik Ojat tersebut adalah dua orang. "Mengontrak sejak seminggu lalu," ungkapnya.
(avi/ern)











































