Hal itu diungkapkan Kepala Dishub Kota Bandung Timbul Butar Butar saat ditemui dalam Acara Be Green Be Cool di SMA 3 Bandung, Jalan Belitung, Senin (3/5/2010).
"Ya, tahun ini kami akan mengubah shelter yang ada saat ini dengan yang permanen. Ini dilakukan agar penumpang lebih nyaman. Mereka bisa berhenti di mana-mana karena shelternya banyak," ujar Timbul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah penandatangan perjanjian kerjasama dilakukan minggu pertama bulan ini, kita akan mengurus perizinan. Bulan depan pembangunan dilakukan, sekitar 2 bulan," terangnya.
Timbul menuturkan belum terpikir untuk membuka jalur baru untuk TMB. "Yang ini saja dulu," katanya.
Ia pun mengakui antara pendapatan dan pengeluaran TMB masih belum BEP. "Pendapatan per bulan dari TMB baru mencapai Rp 43 juta," terangnya.
Diharapkan Timbul, dengan penambahan shelter TMB juga dapat meningkatkan pendapatan TMB. "Saya belum bisa menargetkan berapa peningkatannya, tapi ya diharapkan meningkat," tambahnya.
Apalagi selama ini ada dugaan, belum tercapainya target pendapatan disinyalir karena adanya oknum petugsa shelter yang nakal. Karena sistem karcis sobek
membuka peluang untuk berbuat curang.
"Kalau dengan sistem ticketing kan tidak bisa nakal," katanya.
Dalam berita sebelumnya, Timbul menyebut target pendapatan TMB sebesar Rp 86 juta. Okupansi bus juga disebut Timbul baru mencapai 40 persennya saja. Jumlah bus TMB sendiri ada sebanyak 10 unit. (tya/ern)











































