Aksi dimulai pukul 10.00 WIB. Mereka mengkritisi pendidikan yang dinilai belum menyentuh kaum miskin. "Pendidikan belum untuk semuanya," kata salah seorang orator.
Dalam aksinya massa membakar ban dan berorasi bergiliran oleh perwakilan BEM masing-masing kampus. Selain itu ada aksi teaterikal mahasiswa STSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan orang ekonomi tidak bisa menyelesaikan masalah ekonomi, orang hukum hanya bicara duit dan orang pertanian tidak bisa menghasilkan bibit tani. "Sekali lagi hanya untuk dirinya sendiri," ujarnya.
Sementara itu, 20 mahasiswa yang tergabung dalam BEM UIN mengadakan aksi terpisah dengan mahasiswa-mahasiswa lain. Mereka berdemonstrasi di depan ruang paripurna DPRD Jabar.
Karena dianggap tidak berizin, aksi langsung dibubarkan paksa oleh polisi. Massa pun langsung beraudiensi dengan dewan. Aksi berlangsung tertib dengan kawalan 100 aparat kepolisian.
(dip/ern)











































