Sepuluh orang itu merupakan perwakilan dari beberapa ormas Islam, seperti FPI Bandung, Gerakan Reformis Islam (Garis) Jabar, Dewan Dakwah Islam Indonesia, serta Dewan Masjid Indonesia.
Mereka datang sekitar pukul 15.30 WIB di Gedung Pakuan, Jalan Otista. Namun karena gubernur tengah menghadiri acara peluncuran Kereta Api Malabar Bandung-Malang di Stasiun Bandung, mereka diminta untuk menunggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah harian Pikiran Rakyat tanggal 23 April 2010, gubernur menyebutkan, "Sekalipun malaikat yang memimpin Jabar, target-target yang dituangkan pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) danย Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mustahil terealisasi."
Ucapan tersebut menuai protes dari beberapa ormas Islam. Karenanya, mereka menemui gubernur untuk meminta klarifikasi.
(ern/ern)











































