Tarma Kerap Kucing-kucingan dengan Satpam

28 Tahun Jadi Pemijat Refleksi Keliling

Tarma Kerap Kucing-kucingan dengan Satpam

- detikNews
Jumat, 30 Apr 2010 14:10 WIB
Tarma Kerap Kucing-kucingan dengan Satpam
Bandung - Selama menjadi tukang pijat refleksi keliling, Tarma terbiasa kucing-kucingan dengan petugas keamanan atau satpam toko atau perkantoran yang ia tongkrongi. Bahkan tak jarang, ia disangka pengemis.

"Ah biasa itu mah, udah sering diusir. Maklum we lah," ujarnya sambil tertawa. Karena terbiasa diusir satpam, Tarman pun punya taktik tersendiri, saat diusir, biasanya ia mencari tempat sepi untuk duduk.

"Kalau diusir cari tempat duduk. Kalau satpamnya enggak ada ngider lagi. Mungkin disangkanya saya pengemis," ceritanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tidak suka dikatakan pengemis, namun Tarman mengatakan dirinya sering menerima makanan gratis dari orang-orang yang lewat atau dari pedagang makanan di kantin Pujasera Merdeka.

"Alhamdulillah enggak pernah kelaparan, suka ada weh yang ngasih. Tapi da bapak mah enggak minta kayak pengemis, malah mau bayar, tapi enggak usah," katanya," ujar Tarman sambil megusap-usap perutnya. "Tuh perut bapak mah gendut, pinuh ku makanan," candanya.

Satu minggu sekali, Tarman pulang ke kampungnya di Majalaya. Setiap harinya, Tarman menginap di Masjid Agung Alun-alun."Uih saminggu sakali, lebar ongkos mun uih tiap hari mah," tutur Tarman yang menggunakan bis atau angkot jurusan Majalaya saat pulang.

Tak banyak bawaan dalam tasnya yang bercorak biru dan kuning, hanya pakaian ganti dan handuk. "Bawa baju mah hiji weh neng, yang dipakai sama buat ganti, engke dicuci di Masjid Agung," ujarnya.

Dirinya pun tidak pernah merasa dingin saat terpaksa harus tidur di pinggir jalan atau pinggiran Masjid Agung. "Ah tidak, kan pakai simbut, haneut weh bapa mah," ungkapnya.

(avi/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads