Sebelumnya Kepala Humas Daop II Bambang S Paryitno menyatakan penggantian ini merupakan respon dari masyarakat yang berharap operasional KA Parahyangan tidak dihentikan.
Maka, kebijakan dari pusat dengan merangkai KA Parahyangan dan Argo Gede yang semula akan dijadikan pengganti Parahyangan menjadi Argo Parahyangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT KA menghapuskan Kereta Api KA Parahyangan Bandung-Jakarta karena merugikan PT KA sebesar Rp 36 miliar pada tahun 2009. Hal itu disebabkan tingkat okupansi yang rendah yaitu hanya 50-60 persen sementara idealnya 80 persen. Salah satu faktor turunnya okupansi karena kalah saing dengan Tol Cipularang.
(ema/dip)











































