Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengingatkan warga Jawa Barat untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) 2010. Apalagi kegiatan sensus tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan data akurat penduduk, baik dari sisi fisik, sosial, budaya dan ekonomi.
Menurut Heryawan dalam rilisnya yang diterima detikbandung pada Senin (25/4/2010), data yang didapat dari sensus bernilai strategis karena menjadi acuan Pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Heryawan menyatakan tujuan utama Sensus Penduduk 2010 adalah menghitung sekaligus mengumpulkan data dasar kependudukan secara nasional, dan khususnya di Jawa Barat. Sensus untuk mengetahui antara lain data tentang tingkat kemiskinan, jumlah tenaga kerja dan pengangguran, serta data penduduk lainnya.
"Data riil terkait kemiskinan misalnya, menjadi aspek penting untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan di Jawa Barat serta menjadi data bagi program BLT, Raskin, dan Jamkesmas," ujarnya.
Sekitar 90 ribu petugas Sensus akan mendatangi tempat tinggal penduduk yang tersebar di 625 Kecamatan, 5.880 Desa/Kelurahan, 48.680 RW dan 199.911 RT, tanpa dipungut biaya apapun alias gratis. Keterangan individu yang sifatnya rahasia dan dilindungi undang-undang.
(ern/ern)











































