"Kalau tidak ada force majeur ya pasti akan jadi," tutur Akhmaloka melalui pesan singkat yang diterima detikbandung Jumat (23/2/2010).
Sebelummnya, pada Kamis (22/4/2010),empat pilar ITB yaitu rektorat, senat akademik, Majelis Guru Besar, dan Majelis Wali Amanah telah melakukan rapat pembahasan atas laporan atau rekomendasi yang telah diberikan oleh dekan STEI Prof Dr Ir Adang Suwandi Ahmad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heboh plagiarisme doktor-doktor ITB ini berawal dari situs ieeexplore.ieee.org. Disebutkan, makalah berjudul '3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis' yang dibuat oleh 4 doktor ITB yaitu Mochammad Zuliansyah, Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng, DR. Ir. Yoga Priyana, dan DR. Ir. Carmadi Machbub adalah plagiat.
Makalah ini dipublikasikan dalam Konferensi IEEE tentang ini Cybernetics and Intelligent Systems pada 2008, di Chengdu, China. Makalah ini hampir seluruhnya menduplikasi makalah lain. Teks asli dikopi tanpa menyebut sumber.
Makalah asli yang dijiplak dibuat Siyka Zlatanova, dan sudah dipublikasikan dalam 11th International Workshop on Database and Expert System Applications, terbitan tahun 2000 silam. Alias 8 tahun sebelum 4 doktor ITB ini menerbitkan makalahnya.
(dip/ern)










































