Jalur yang sudah dihotmix adalah yang memiliki lubang jalan paling parah. Dari mulai depan Rumah Makan Daun Pisang sampai Bank Ekonomi sepanjang 50 meter.
Hal itu tentunya membuat pengguna jalan lega. Misalnya, Agung (42) yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut mengaku lebih tenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tenang, namun menurut Agung masih banyak lubang di Jalan Setiabudhi yang belum diperbaiki. "Memang yang parah-parahnya bagian ini, tapi masih banyak lubang-lubang lainnya. Semoga pemerintah bisa memperbaiki," tuturnya.
Ridha (26), seorang warga sekitar juga mengaku tidak lagi was-was setelah lubang tersebut diperbaiki. Sebab sebelumnya dia sering mendengar ada kecelakaan akibat lubang tersebut.
"Kalau sekarang mah enggak akan ada kecelakaan lagi kayaknya, kalau sudah diperbaiki gini mah. Ya, baguslah asal jangan cepat rusak lagi," ujar Ridha.
Sementara Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung Iming Ahmad mengatakan perbaikan di Jalan Setiabudhi bersifat sementara. Sebab Jalan Setiabudhi akan jadi salah satu titik perbaikan pada Mei mendatang usai proses tender selesai.
"Sekitar seminggu yang lalu kami memperbaiki sementara lubang-lubang besar di Jalan Setiabudhi, namun untuk perbaikan secara keseluruhan baru akan dilakukan awal Mei mendatang," ujar Iming saat dihubungi lewat telepon selullernya.
Selain Pemkot Bandung, ditambahkan Iming, Pemprov juga akan ikut memperbaiki karena sebagian ruas Jalan Setiabudhi ada di bawah tanggung jawab Pemprov.
Pantauan detikbandung, jalan sepanjang 50 meter dengan lebar 1 meter di depan Rumah Makan Daun Pisang hingga Bank Ekonomi telah dihotmix.
Tidak hanya di jalur tersebut, di jalur lain juga ada yang sudah dilapisi dengan lebar yang bervariasi sesuai dengan ukuran lubang. Meski di beberapa tempat masih ada lubang-lubang jalan yang belum diperbaiki. (ema/ern)










































