"Kita berharap konsep ini dibajak, kalau ada yang mau, tertarik bikin hal serupa, kita bisa bantu untuk awal-awal," ujarnya ujarnya pada detikbandung di sela-sela kegiatan di bawah jembatan layang Pasupati Balubur, Kamis (22/4/2010).
Adjo mencontohkan, jika ingin membuat taman kota tapi belum mempunyai buku-buku, atau alat bermain lainnya, pihaknya bisa meminjamkan untuk kegiatan awal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taman Kota, tutur Adjo sudah ada sejak setahun lalu. Saat ini yang rutin menggelar taman kota yakni di daerah Padasuka, Bandung.
"Kalau di Padasuka rutin seminggu sekali, tiap hari minggu. Mudah-mudahan di sini (di bawah jembatan layang Pasupati-red) bisa berjalan rutin juga," harapnya.
Beberapa tempat yang meminta Komunitas Taman Kota untuk membuat taman kota di daerahnya yakni Komplek Antapani, dan Manglayang Regency.
"Baru segitu yang sudah koordinasi dengan kita, itu atas permintaan warganya. Sekarang kita juga mau bikin di Taman Maluku, itu kan tidak terpakai, dikunci," ujarnya.
Dengan mengusung tema 'Mari Bertaman Paksa', Adjo berharap meski tempat-tempatnya kegiatan Taman Kota tidak selalu berada di taman yang sesungguhnya, tapi masih bisa dijadikan lahan bermain dan belajar bagi anak-anak.
"Mereka kan sudah banyak kehilangan tempat bermain. Memang di sini bukan tempat yang layak disebut taman, tapi bagaimana kita manfaatkan lahan yang ada agar mereka bisa tetap bermain dan belajar," harapnya.
(ern/ern)










































