Korban percobaan pembunuhan di UPI Ambar Suliyati (37) akhirnya melaporkan kasus yang menimpanya ke Ombudsman Republik Indonesia, Kamis (22/4/2010). Ia mengambil putusan ini karena merasa kecewa dengan kampus yang terkesan diam bahkan menyalahkan dirinya.
"Saya bingung dengan posisi saya. Malahan saya disuruh minta maaf ke UPI. Saya disebut mencoreng nama UPI. Seharusnya UPI membantu saya bukan membalas seperti ini," terang Dosen FPOK sekaligus Kepala Poliklinik Mahasiswa UPI ini ketika dihubungi detikbandung melalui telepon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku belum tertangkap, dan UPI tidak mendukung pengungkapan kasus ini. Perlindungan terhadap saya kala mengajar pun tidak ada. Dosen-dosen lain akhirnya menganjurkan membawa ke Ombudsman," imbuh Ambar.
Kepala Poliklinik dan Dosen FPOK UPI Ambar Suliyati terkena percobaan pembunuhan di parkiran rektorat UPI 25 Februari 2010. Pada saat kejadian, Ambar bermaksud menghadiri rapat yang membahas mengenai pendanaan dan pengelolaan Poliklinik Mahasiswa UPI.
(dip/lom)











































