Para guru mengenalkan sosok kartini yang memperjuangkan kesejajaran kaum wanita da kaum pria di Indonesia."Kita beri tahu karena Ibu kartini perempuan bisa sekolah, bisa jadi dokter, bisa jadi Ibu Guru," ujar Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini di TK Assalam Elis Cahya saat ditemui di sela-sela acara, di Jalan Sasak Gatung, Rabu (21/4/2010).
Meski Kartini adalah sosok perempuan, namun dalam gelaran Fashion Show Hari Kartini ini tidak hanya anak perempuan saja yang diikutsertakan."Kita tidak membeda-bedakan, perempuan dan laki-laki harus beriringan seiring sejalan, seperti yang
dicita-citakan Ibu Kartini," ujarnya.
235 murid SD Assalam terlihat berlenggak-lenggok mengikuti fashion show baju adat dan profesi. Mereka juga melakukan konvoi ke sekitar Jalan Balong Gede dan Palaguna sekitar pukul 08.00 WIB.
Usai konvoi, para murid mengikuti acara fashion show dan satu per satu menaiki panggung berukuran 2x1,5 meter untuk memamerkan kostum-kostum yang dikenakan.
Ada yang mengenakan pakaian adat Bali, Sunda, Jawa Kalimantan dan lain-lain. Selain memakai pakaian adat, sebagian dari mereka memakai busana profesi seperti suster, tentara, polisi, pemain basket hingga kostum peri.
(avi/dip)











































