"Ya bagus sekali, saya mendukung. Karena terus terang, sudah hampir 10 tahun kami berjuang agar Gua Pawon diperhatikan, namun belum mendapatkan perhatian yang lebih," ujar Budi saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Selasa (20/4/2010). KRCB merupakan kelompok yang menemukan pertama kali artefak dan fosil di Gua Pawon.
Namun Budi mengaku tak berharap banyak. Sebab, menurutnya untuk menjadi salah satu cagar alam warisan dunia, persyaratannya sangat ketat. "Kita harus ikuti syarat mereka," katanya tanpa merinci syaratnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, pengelolaan Gua Pawon belum maksimal. "Banyak yang concern, tapi pengelolaannya sama tetap belum mendapatkan perhatian lebih," ujar Budi.
"Ya tapi mudah-mudahan bisa masuk jadi warisan dunia. Kali saja kalau sudah masuk, dapat perhatian dari pemerintah," katanya.
Sekjen dari Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Soeroso M.P mengatakan telah mengusulkan Gua Pawon menjadi salah satu cagar budaya warisan dunia ke UNESCO.
Alasan Gua Pawon ditawarkan menjadi cagar alam dunia adalah karena karst Citatah yang berada di lokasi Gua Pawon memiliki ciri khas karst dari Indonesia. Selain itu fosil penguhuninya dinilai langka.
(ern/ern)










































