"Semua kursi cukur yang ada terbuat dari bahan baja asli. Butuh tiga orang dewasa untuk mengangkatnya," ungkap pengelola Sawargi barber shop, Risyad Erawan, saat berbincang dengan detikbandung.
Menurut Risyad, tiap kursi memiliki berat lebih dari 100 kilogram. Kesembilan barang tempo dulu tersebut terdiri lima kursi asal Jepang, tiga dari Amerika, dan satu buatan Inggris.
"Sudah jarang menemukan kursi cukur seperti itu. Karena tidak lagi diproduksi, barangnya menjadi mahal," jelasnya.
Kursi yang berada di Sawargi diproduksi tahun 1920. Risyad pernah mencari info di internet soal harga kursi sejenis. Ia terkejut, satu kursi harganya Rp 50 juta.
"Nominal itu, sama dengan tawaran kolektor lokal yang sengaja datang ke Sawargi," terang Risyad.
Ia yakin, kisah menarik bernilai historis kursinya itu bakal membekas di setiap konsumen yang menyambangi Sawargi, Jalan Saad No 16. "Pengunjung bakal merasa bangga saat duduk pada kursi tua ini. Mereka seolah menjadi bagian sejarah," ujarnya.
Kursi yang tampak kokoh itu masih terawat baik. Uniknya, untuk mengatur tinggi pendeknya kursi, harus diputar secara manual dengan tongkat yang menempel di samping bawah kursi.
Tarif cukur di Sawargi untuk dewasa dipatok Rp 20 ribu. Kalau anak Rp 15 ribu. Setiap Senin hingga Sabtu tempat ini beraktivitas pukul 08.00-17.00 WIB, bila Minggu pada pukul 08.00-14.00 WIB. (bbp/ern)











































