hanya mengandalkan donatur.
Penyelenggara sebut gelaran Asia-Afrika Children Festival merupakan peringatan 'termiskin' di negara peserta Konferesi Asia-Afrika (KAA).
"Di Afrika Selatan, peringatan dibuat meriah setiap tahunnya," kata Ketua Asia-Afrika Foundation perwakilan Jabar, Herman Effendi, saat menggelar jumpa pers di kawasan wisata Jalu Braga, Jalan Braga, Senin (19/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara di Bandung dihadiri oleh Menteri," kata Herman. Sementara peserta, lanjutnya, hanya diisi oleh pelajar SD sampai dengan SMA. Tidak ada pelajar dari sekolah internasional yang mewakili gelaran peringatan KAA.
"Mereka fokus di Ujian Nasional," kata Tita Puspita, penanggungjawab pameran. Meski demikian, penyelenggara mengakui jika isi acara yang dilangsungkan 24 April 2010 nanti di Jalan Braga, adalah acara yang umum digelar di acara-acara yang pernah ada. "Ada Bandung Junior Orchestra, itu yang belum pernah ditampilkan," katanya.
Hingga saat ini, jelasnya, belum ada tanggapan dari pemerintah terkait dukungan penyelenggaraan. Diakuinya, hal ini terkait dengan waktu yang singkat dalam menelurkan gagasan dua bulan lalu.
Duit yang digunakan untuk berlangsungnya acara murni gelontoran Asia-Africa Foundation (AAF). Jumlah yang dikucurkan sebesar Rp 100 juta dan penyelenggara berharap dukungan pemerintah setempat. "Itu juga masih dirasa kurang," keluh Herman.
(ahy/dip)











































