Berdesak-desakan dalam kereta tentu saja menjadi pengalaman yang tidak enak. Tetapi ada juga kisah indah yang terjadi di dalam kereta, termasuk bertemu pasangan hidup.
"Banyak kenangan, dari mulai desak-desakan sampai ada teman saya yang ketemu jodoh di kereta," tutur Ario Wibisono, Sekretaris Wilayah Indonesian Railway Preservation Society (IRPS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan naik Parahyangan di hari terakhir. Sampai saat ini yang konfirmasi baru sekitar 4 komunitas dengan jumlah sekitar 60-100 orang," ujarnya. Bahkan menurut Ario, pegawai PT KA juga ada yang akan ikut bergabung dalam acara tersebut.
Acara tersebut sebagai bentuk kilas balik perjalanan KA Parahyangan dari mulai masa operasional, masa kejayaan, atau saat dipergunakan dalam Konferensi Asia Afrika (KAA).
(ema/lom)










































