"Termasuk langka. Tapi karena kami di bagian onkologi kami sering lihat. Kalau untuk masyarakat umum memang ini kelainan kulit yang langka," jelas dokter yang akrab disapa Cisca saat ditemui di RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Kamis (15/4/2010).
Menurut Cisca, penyakit yang diderita warga Kampung Pamipiran RT 01/RW 06 Kecamatan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya ini adalah penyakit bawaan yang diturunkan dari leluhurnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cisca menekankan penyakit yang diderita Edih tidak menular dan tidak sensitif terhadap air. "Kalau bersentuhan itu tidak menular, karena itu bawaan. Terkena air atau mandi pun tidak apa-apa," tandasnya.
Edih (30) menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin setelah dirujuk dari RSUD Tasikmalaya, Bandung sejak Rabu(14/4/2010). Diduga, ia menderita penyakit xeroderma pigmetosum.
Kelainan yang diderita Edih yaitu tidak bisa terkena sinar matahari dan ada kecenderungan berubah menjadi suatu keganasan. Akibat menderita penyakit ini, kulit Edih menjadi kering, hitam-hitam dan banyak pigmen. Penyakit ini juga membuat pipi kanan dan hidung Edih bolong.
(avi/dip)











































