Warga Kampung Pamipiran RT 01/RW 06 Kecamatan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya ini tidak diperkenankan rawat inap karena tingkat imunitas dalam tubuhnya sangat rendah atau hampir tidak memiliki imunitas. Tingkat imunitasnya rendah sekali.
Hal ini dituturkan Kepala Sub Bagian Bedah Onkologi RSHS Dharmayanti Francisca Badudu saat ditemui di RSHS Jalan Pasteur Kamis (15/4/2010).
"Pasien ini tidak memiliki imunitas. Kalau dia dirawat inap dia bisa tertular penyakit-penyakit lain," terangnya.
Lebih lanjut dokter yang akrab dipanggil Sisca ini menuturkan jika pasien yangย menderita penyakit kulit genetik bawaan ini baru boleh dirawat ini jika persiapan operasi sudah siap semuanya.
"Kalau sudah siap operasi baru kita rawat inap. Tapi karena masih perlu beberapa persiapan, jadi masih rawat jalan," imbuh Sisca.
Lebih lanjut ia mengatakan, jika Edih harus dirawat ia harus dirawat di ruang terisolir. "Dia tidak punya imunitas sehingga kalau harus dirawat inap ruangannya jelas harus yang terisolir," ujarnya.
Penyakit Edih ini menarik perhatian para pewarta. Namun hingga pukul 15.00 WIB, wartawan masih belum diperkenankan menemui pasien.
Edih (30) menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin setelah dirujuk dari RSUD Tasikmalaya, Bandung sejak Rabu (14/4/2010). Diduga, ia menderita penyakit Xeroderma Pigmetosum.
Kelainan yang diderita Edih yaitu tidak bisa terkena sinar matahari dan ada kecenderungan berubah menjadi suatu keganasan. Akibat menderita penyakit ini, kulit Edih menjadi kering, hitam-hitam dan banyak pigmen. Penyakit ini juga membuat pipi kanan dan hidung Edih bolong.
(dip/ema)











































