Dalam waktu dekat misalnya, komunitas Rotary Club Kota Bandung dan Yayasan Mata Hati akan menggelar acara Asia African Family Gathering khusus tunanetra untuk mengisi peringatan KAA, 21 April mendatang.
"Rotary Club dan Yayasan Mata Hati mengembangkan library oleh difabel tunanetra," ujar Isman Pasha, Kepala Museum KAA saat dihubungi detikbandung, Kamis (15/4/2010).
Dalam gathering tersebut, anak-anak yang mampu melihat secara normal akan menceritakan tentang museum KAA pada para difabel. "Nanti juga akan ada games kecil-kecilan," tuturnya.
Ke depannya, museum juga akan melakukan perancangan ulang agar difabel yang menggunakan kursi roda juga bisa berkunjung ke museum. "Kita sedang memikirkan desain baru, pandangan baru agar lebih dekat dengan difabel," ujarnya.
(ema/dip)











































