Kedalaman lubang yang paling parah mencapai setengah meter. Beberapa warga yang biasa melintas di jalur ini pun menyebut lubang yang ada di lokasi tersebut sebagai ranjau berbahaya. Tak jarang, sejumlah kendaraan mulai dari motor hingga truk pernah terperosok di lubang Jalan Setiabudhi.
Pantauan detikbandung, Kamis (15/4/2010), lokasi jalan berlubang tersebut di antaranya dapat ditemui setelah melewati SMPN 15 Bandung atau di seberang Rumah Makan Daun Pisang Jalan Setiabudhi hingga depan Bank Ekonomi yang panjangnya sekitar 100 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
jalan berlubang mulai dari setengah meter, hingga 2 meter. Lebar lubang sekitar 30 centimeter hingga 1 meter. Berada di jalur sebelah kiri dari arah Sukajadi menuju Lembang.
Beberapa lubang terlihat diisi dengan batu batuan besar, namun ada pula yang masih
terlihat jelas cekungan lubangnya. Yang terparah, lubang yang panjangnya 2,5 meter,
lebar 1 meter dan dalam setengah meter. Bagian beton jalan menggantung, dan sampah terkumpul di dalamnya.
"Kalau pas hujan, lubang-lubang di jalan ini jadi enggak kelihatan. Kaya jebakan, ranjau untuk yang enggak tahu. Banyak yang masuk lubang, motor juga truk ada yang pernah tersangkut," ujar Nuvus (19) mahasiswa UPI yang kos di Jalan Setiabudhi. Setiap hari, dirinya pasti melewati jalan tersebut karena tempat kosnya dekat dengan kawasan tersebut.
Dituturkan Nuvus, lubang tersebut sudah ada sejak setahun lalu saat dirinya baru pertama kali kuliah di Bandung. "Lubangnya udah lama. Tapi dulu kecil, sekarang lama-lama jadi besar sekali," tuturnya.
Fristaragam (19), seorang mahasiswa ITB yang gemar bersepeda juga menyatakan kecewa dengan kondisi jalan di Kota Bandung. Ia pun mengaku pernah mengalami kcelakaan akibat jalan berlubang.
"Saya pernah hampir jatuh karena masuk lubang, untuk motor masih bisa dikendalikan. Ayo dong pemkot Bandung, benahi jalan rusak di Bandung," terangnya yang sedang bersepeda itu.
Warga Kota Bandung lainnya, Endang (54) mengaku malu atas kondisi jalan yang memprihatinkan ini. Apalagi Jalan setiabudhi ini menurutnya setiap akhir pekan padat oleh wisatawan.
"Jalan Setiabudhi ini jalur wisata. Tapi kok kondisinya jelek begini. Saya malu jadi warga Bandung," katanya. (tya/ema)










































