Menurut Humas PLN Distribusi Jabar-Banten Adang Djakarsih call center ini sudah diluncurkan sejak Oktober 2009. Meski sudah bisa digunakan masyarakat namun call
center ini masih dalam tahap penyempurnaan.
"Butuh waktu 2-3 bulan sampai fix betul," ujar Adang saat dihubungi detikbandung, Kamis (15/4/2010).
Sebelum adanya call center ini menurut Adang laporan gangguan listrik bisa dilakukan dengan mengontak kantor PLN, tapi dengan adanya call center lebih mempermudah.
"Apalagi bukan hanya untuk menerima laporan tapi juga untuk transaksi permintaan daya listrik di masyarakat," ujar Adang.
Masyarakat tinggal meminta besaran penambahan daya lalu akan diberikan nomor registrasi dan nanti tinggal melakukan pembayaran. Dengan begitu, sambung Adang,
akan meminimalisir interaksi langsung antara masyarakat dan pegawai PLN.
"Bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan misalnya calo atau adanya korupsi," jelas Adang.
Sementara itu bagian niaga PLN Jabar Banten Deni mengatakan kebutuhan untuk adanya call center sudah mendesak. Untuk itu PLN bekerjasama dengan PT Telkom dalam membuat call center ini.
Selain di wilayah Bandung, call center kini sudah merambah ke Majalaya dan Cimahi. "Saat ini sedang progress untuk daerah lingkar DKI," terang Deni.
Targetnya, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional, 27 Oktober nanti, call center sudah bisa digunakan di seluruh wilayah Jabar dan Banten.
(/dip)











































