Merintih Sedih Saat Terjebak Macet

Pengemudi Penjinak Api

Merintih Sedih Saat Terjebak Macet

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 13 Apr 2010 10:40 WIB
Merintih Sedih Saat Terjebak Macet
Bandung - Berpacu dengan waktu hingga tiba ke lokasi kebakaran, merupakan pekerjaan berat bagi pengemudi mobil penjinak api. Tim pemadam kebakaran (damkar) pun merasa lega bila mobil tiba tepat waktu saat api belum membesar dan menjalar ke bangunan lain.

Namun begitu, tak selamanya reaksi cepat di jalanan ini berjalan mulus. Bila arus lalu lintas tidak ramai kendaraan, tentu saja ini meringankan sang pengemudi. Tapi beda lagi bila kendaraan berjubel.

"Ya terus terang saja, bila mobil terjebak di tengah kemacetan, saya merintih sedih. Yang saya pikirkan, kasihan orang yang rumah atau bangunannya terbakar, tapi kami terlambat datang," jelas salah seorang pengemudi, Ferri Yoga (33).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walau begitu, kata Ferri, dirinya bersama tim damkar mengaku sudah berupaya maksimal tiba cepat ke tempat api berkobar. Bila menghadapi situasi tersebut, pengemudi pun harus segera bertindak.

"Kalau sudah begitu, saya langsung membelokan mobil dan melawan arah. Ini diikuti mobil damkar lainnya yang saat itu berada di belakang," cetus pengemudi lainnya, Yadi Mulyadi(42).

Atau siasat lain, lanjut Yadi, bila mobil yang dikendarainya terjebak macet, maka dirinya mengabarkan melalui handy talky agar mobil lain berputar arah dan menghindari lokasi kemacetan.

Sepenggal kisah suka dibalut duka mengemudikan mobil damkar, bakal terus diingat Ferri dan Yadi yang sama-sama mengabdi di Dinas Kebakaran (Diskar) Kota Bandung sejak 13 tahun lalu.

Sudah sering mereka menghadapi para pengendara mobil dan sepeda motor yang sulit menepi saat mobil damkar melintas. Kasusnya pun beragam.

"Sirene dan klakson padahal sudah dibunyikan. Lewat pengeras suara pun sudah diperingatkan. Eh..., tetap saja tak mau menyingkir. Nah, saat didekati ternyata ditelinga pengendara motor itu terpasang earphone," ujar Ferri.

Lain lagi dialami Yadi. "Pernah saat itu ada mobil yang ditumpangi wanita melaju di tengah jalan. Saya dari arah belakang terus kelakson. Ketika didekati, di mobil itu
terdengar alunan musik yang sangat keras. Ya, saya mah hanya mengelus dada melihat hal tersebut," ungkapnya.

"Kalau senangnya sih semua sama. Yaitu tim damkar bisa mematikan api dan menyelamatkan orang-orang yang menjadi korban kebakaran," ungkap Yadi yang disertai anggukan kepala Ferri.

(bbp/dip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads