Sebagai salah satu ujung tombak, mobil pengendali api atau pemadam kebakaran (damkar) mesti melesat cepat menuju lokasi kebakaran. Satu unit mobil damkar yang berisi empat ton air itu dipecut kecepatan tinggi oleh sang pengemudi terlatih.
"Mau tak mau, mengendarainya harus ngebut. Ini demi menyelamatkan nyawa dan harta benda korban kebakaran," jelas salah seorang pengemudi mobil damkar, Yadi Mulyadi (42), saat berbincang dengan detikbandung di kantor Dinas Kebakaran (Diskar) Kota Bandung, Jalan Sukabumi No.17.
Yadi sudah 13 tahun bekerja di Diskar Kota Bandung. Selama mencengkeram stir, pria ini ingat kalau pekerjaannya menantang bahaya. Begitu pula yang dirasakan 24 sopir lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai salah satu pelengkap, peran mobil damkar teramat penting kala menjajali jarak tempuh lokasi kebakaran. Kecepatan menjadi suatu santapan. Maka itu, kondisi sang sopir pun diusahakan berstamina fit selagi di tempat duduk kemudi.
"Terus terang jantung ini berdebar serta berdegup kencang. Sama kencangnya saat mobil melaju," ungkap Yadi. "Habis gimana lagi. Pemadam kan harus cepat dan tepat waktu ke tempat kebakaran," tambah bapak satu anak ini.
Sopir lainnya, Ferri Yoga (33) mengungkapkan, selain dibekali keterampilan mengemudi, ada tugas lainnya yang jadi tanggung jawab. Kepercayaan diberikan para sopir saat mengatur pompa air.
"Yang ngatur tekanan air untuk disemburkan melalui selang itu tugas sopir juga," kata pria yang tinggal di kawasan Kopo ini.
Kendati berisiko, pekerjaan tersebut begitu berarti bagi mereka. Rasa bangga pun menyeruak bila tim damkar berhasil menjinakkan api. "Walau dalam kecepatan tinggi, pengemudi tetap waspada dan hati-hati," tutur Ferri.
Kadiskar Kota Bandung Prijo Soebiandono mengatakan, sopir mobil damkar tidak sembarangan dipilih. Mereka menempuh latihan dan pendidikan khusus. "Para sopir mengikuti pendidikan selama tiga bulan. Syarat utamanya tak hanya bisa mengemudi saja, kondisi tubuh mereka juga harus sehat," jelas Prijo
Menurut Prijo, pada 2010 ini jumlah mobil fire truck atau pemadam api yang dimiliki Diskar Kota Bandung ada 14 unit. ''Semua stir dan rem mobil memiliki sistem hidrolik. Selain itu, mobil ini memiliki keseimbangan saat dikendarai di segala medan," tutur Prijo.
(bbp/dip)










































