"Sejak berada di Bank hingga kejadian, saya tidak merasa diikuti pelaku," jelasnya saat ditemui di Mapolresta Bandung Tengah.
Sebelum pelaku beraksi, kata Suryana, mobil milik perusahaan yang dikendarainya berada di pinggir jalan untuk membetulkan ban mobil ke jasa tambal ban di Jalan PHH Mustafa. Uang sekitar Rp 500 juta yang berada di tas hitam tersimpan di jok belakang. Lokasi pencurian ini hanya sekitar 100 meter dari tempat Suryana bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, uang tersebut adalah milik perusahaan tempat dirinya bekerja. Selama ini, Suryana dipercaya untuk mengambil uang perusahaan di bank tersebut. "Sering mengambil dari bank, tapi selama ini tak ada masalah. Mobil yang digunakan juga tetap sama," terang Suryana.
Kapolres Bandung Tengah AKBP IW Supartha Yadnya menyatakan kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil ini dalam penyelidikan pihaknya. "Sekitar tiga saksi yang kita mintai keterangan, itu termasuk saksi korban. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan," ungkapnya.
Supartha menambahkan, para pelaku diduga sudah mengintai korban dan menyusun rapi skenario aksinya. Ia pun menyayangkan karena korban seorang diri saat mengambil uang ke bank.
"Semestinya, kalau mengambil uang dalam jumlah besar harus didampingi orang. Polisi pun pasti bersedia membantu bila perusahaan membutuhkan pengawalan saat mengambil uang dengan jumlah banyak," kata Supartha.
Sebuah mobil Daihatsu Ceria biru muda dengan nopol D 1563 CG yang dikemudikan Suryana Saeful Rohman dirampok saat sedang membetulkan ban di depan Kantor Bank Jabar, Jalan PHH Mustafa, Bandung, sekitar pukul 14.30 WIB, Jumat (9/4/2010). Uang Rp 500 juta pun raib.
Lokasi pencurian ini berjarak hanya sekitar 100 meter dari tempat Suryana bekerja.
(bbp/dip)










































