'Kurikulum Informatika Harus Lebih Spesifik'

'Kurikulum Informatika Harus Lebih Spesifik'

- detikNews
Kamis, 08 Apr 2010 09:03 WIB
Kurikulum Informatika Harus Lebih Spesifik
Bandung - Bertambahnya perguruan tinggi yang membuka jurusan informatika saat ini memang belum menjadi masalah. Namun suatu saat hal ini bisa menjadi masalah. Kualitas lulusannya akan dipertanyakan karena tidak adanya spesialisasi kemampuan. Sudah saatnya untuk melakukan perubahan kurikulum.

Mudahnya sebuah perguruan tinggi membuka program studi informatika maka akan semakin banyak saja perguruan tinggi yang sebenarnya tidak memiliki dasar informatika membuka jurusan ini. Celakanya, kurikulum yang mereka punya pun terkadang terlalu global sehingga lulusannya tidak bisa bersaing dan sulit diterima industri.

Diakui oleh Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) Wilayah IV Jabar, Iping Supriana Suwardi kepada detikbandung, saat ini kondisi penyelenggaraan pendidikan tengah berada pada posisi yang sulit. Perlu adanya pembaharuan dalam merumuskan visi misi ataupun penyelenggaraan pendidikannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu wajah baru perguruan tinggi baik di dalam perumusan visi misi ataupun penyelenggaraannya," tegasnya.

Saat ini, imbuhnya, jumlah mahasiswa baru yang berhasil dijaring perguruan tinggi swasta di Jabar Banten sekitar 52.605. Dengan jumlah perguruan tinggi yang mencapai 491 dan program studi sebanyak 2.565, maka rata-rata program hanya mendapatkan 20 orang mahasiswa baru.

"Kompetisinya yang sangat ketat," katanya.

Di tempat yang sama, Solikin, Sekertaris Aptikom Wilayah IV Jabar menambahkan bahwa harus ada standar mutu yang baik sehingga perguruan tinggi tersebut bisa bersaing dengan yang lainnya. Hal tersebut bisa dimulai dengan membuat kurikulum yang bisa menjembatani antara kebutuhan industri dengan kemampuan perguruan tinggi yang bersangkutan.

"Kita akui memang saat ini kurikulum informatika terlalu global. Karenannya kita di Aptikom mengusulkan agar setiap perguruan tinggi fokus ke bidangnya masing-masing. Misal yang kuat basis pariwisata bisa membuat kurikulum informatika pariwisata, atau informatika kesehatan, atau spesifikasi bidang lainnya. Sehingga mutu lulusannya bisa bersaing," ungkapnya.

Tak hanya itu, menurutnya, perlu adanya kerjasama antar perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas serta mendorong peningkatan penerimaan mahasiswa baru.

"Rencananya kita akan gelar semiloka perguruan tinggi. Dalam semiloka tersebut akan dibahas mengenai strategi meraih mahasiswa dan meningkatkan mutu perguruan tinggi," katanya.

Dalam semiloka yang akan digelar pada Sabtu (17/4/2010) di Kampus Politeknik Telkom ini rencananya akan diikuti oleh 750 kampus anggota Aptikom.

(afz/dip)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads