Lagi Laku, Banyak PT di Jabar Buka Jurusan TI

Lagi Laku, Banyak PT di Jabar Buka Jurusan TI

- detikNews
Kamis, 08 Apr 2010 08:59 WIB
Lagi Laku, Banyak PT di Jabar Buka Jurusan TI
Bandung - Apa yang laku, itu yang dibuat. Hukum pasar ini juga berlaku bagi dunia pendidikan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini membuat banyak perguruan tinggi membuka jurusan yang berkecimpung dengan dunia komputer tersebut.

Berdasarkan data Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) Wilayah IV Jabar, saat ini terdapat sekitar 160 perguruan tinggi yang memiliki program studi informatika di Tanah Pasundan. Dimana 60 di antaranya berada di kota Bandung dan sekitarnya.

"Sekarang informatika secara umum sedang booming. Bahkan sekarang setiap kabupaten kota di Jabar sepertinya memiliki pendidikan informatika," tutur Solikin, Sekertaris Aptikom IV Jabar saat berbincang dengan detikbandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini, diakui Solikin, sama dengan saat ekonomi menjadi primadona di perguruan tinggi. "Sama lah. Kalau dulu ada ujian nasional dan ekonomi menjad primadonanya. Maka sekarang adalah informatika," ungkapnya.

Solikin mengaku bahwa kebutuhan industri akan tenaga informatika saat ini sangat besar. Namun dirinya juga tidak menyangkal jika masih ada kesenjangan antara industri dengan perguruan tinggi.

"Untuk memenuhi kebutuhan tenaga informatika di lingkungan instansi pemerintahan saja cukup besar. Di lingkungan Pemprov Jabar saja, saya hitung kira-kira butuh sekitar 6.000 tenaga informatika. Belum lagi kebutuhan untuk instansi swasta dan lainnya. Tapi memang masih ada kesenjangan antara industri dengan kampus. Ini yang harus dicari solusinya," katanya.

Di tempat yang sama, VP Akademic Politeknik Telkom, Christanto Triwibisono mengaku bahwa kesenjangan antara industri dengan kampus seharusnya bisa diakali dengan membangun kerja sama yang produktif. Misalnya dengan mengadakan program kerja magang selama 1 semester atau juga dengan penelitian.

"Sebenarnya tugas akhir mahasiswa kan bisa berupa produk. Tinggal bagaimana industri ini mengarahkan keinginannya mau kemana," tandasnya.

(afz/dip)


Berita Terkait