Mayat bayi tak berdosa itu ditemukan oleh seorang pemulung Taryo (41) yang tengah mencari rongsokan di bawah jembatan sekitar pukul 06.00 WIB.
Dituturkannya, ia menemukan mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu dalam kantong plastik berwarna hitam yang di dalamnya juga terdapat selembar selimut bayi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menemukan mayat bayi itu, Taryo tidak langsung mengangkat tapi memanggil kakaknya, Diman, yang kemudian mengangkat bayi yang ada di sungai tersebut.
"Sang bayi masih terlilit ari-ari dan tidak mengenakan busana," ujar Taryo.
Taryo menambahkan, setelah bayi diangkat ia langsung melapor ke RT dan RT segera menghubungi polisi.
Menurutnya, bayi ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Kepalanya berdarah dan masih ada ari-ari yang menjuntai.
Salah satu warga, Awaw (42) menuturkan peristiwa ini merupakan kejadian kedua di tempat yang sama. Kejadian pertama terjadi tahun 1994 silam.
Ia menduga bayi belum lama dibuang orang tuanya karena ari-ari masih menempel di tubuhnya dan darah yang mengalir dari kepalanya adalah darah segar. Pantauan detikbandung, di daerah ini merupakan kawasan kos-kosan.
Namun ketika ditanya apakah ia pernah melihat wanita hamil di sekitar lokasi kejadian, Awaw mengaku tidak pernah melihat.
Tak lama setelah bayi ditemukan, petugas kepolisian dari Polresta Bandung Tengah dan Polsek Coblong telah datang dan membawa mayat bayi ke RSHS untuk dilakukan visum.
(dip/lom)











































