Kebanyakan Makan Mi, Pengungsi Mengeluh Kembung

Tanah Ambles di Girimekar

Kebanyakan Makan Mi, Pengungsi Mengeluh Kembung

- detikNews
Kamis, 01 Apr 2010 14:17 WIB
Kebanyakan Makan Mi, Pengungsi Mengeluh Kembung
Bandung - Puluhan warga Kampung Legok Hayam, Desa Girimekar, yang masih berada di tenda pengungsian mengeluh perutnya kembung karena hampir seminggu ini mengonsumsi mi. Bantuan makanan yang selama ini berasal dari masyarakat mayoritas menyuplai mi.

"Kebanyakan bantuan makanan berupa mi instan. Memang ada juga beras, tapi tetap makannya dengan mi. Karena itulah, banyak pengungsi yang mengeluh perutnya kembung," jelas relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kabupaten Bandung, Andri (35), saat berbincang dengan detikbandung, Kamis (1/4/2010).

Dia menambahkan, stok persediaan makanan dan bahan makanan untuk pengungsi masih mencukupi hingga saat ini. Andri yang juga warga setempat ini mengatakan, para pengungsi tetap berharap segera mendapat kejelasan hingga kapan tinggal di tenda pengungsian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengungsi masih belum mendapat kepastian hingga kapan tinggal di pengungsian. Padahal, warga sudah merasa bosan menginap di tenda pengungsian," ujar Andri.

Mengenai kondisi kesehatan para pengungsi, kata Andri, sejauh ini tidak ada yang mengalami sakit parah. Bahkan, warga yang menjadi korban dari dampak tanah ambles, saat ini sudah tidak trauma lagi.

Tanah ambles terjadi di RT 2 RW 9, Kampung Legok Hayam, Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Selasa (23/3/2010) pagi. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak delapan rumah warga ambles yaitu milik Ala Sunarya, Kosasih, Robandi, Dase, Mak Acih, Rasidi, Oma, dan Iman.

Sebagian warga sekitar yang terkena dampak tanah ambles terpaksa mengungsi di tenda pengungsian hingga kini.

(bbn/lom)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini