"Kebanyakan bantuan makanan berupa mi instan. Memang ada juga beras, tapi tetap makannya dengan mi. Karena itulah, banyak pengungsi yang mengeluh perutnya kembung," jelas relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kabupaten Bandung, Andri (35), saat berbincang dengan detikbandung, Kamis (1/4/2010).
Dia menambahkan, stok persediaan makanan dan bahan makanan untuk pengungsi masih mencukupi hingga saat ini. Andri yang juga warga setempat ini mengatakan, para pengungsi tetap berharap segera mendapat kejelasan hingga kapan tinggal di tenda pengungsian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai kondisi kesehatan para pengungsi, kata Andri, sejauh ini tidak ada yang mengalami sakit parah. Bahkan, warga yang menjadi korban dari dampak tanah ambles, saat ini sudah tidak trauma lagi.
Tanah ambles terjadi di RT 2 RW 9, Kampung Legok Hayam, Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Selasa (23/3/2010) pagi. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak delapan rumah warga ambles yaitu milik Ala Sunarya, Kosasih, Robandi, Dase, Mak Acih, Rasidi, Oma, dan Iman.
Sebagian warga sekitar yang terkena dampak tanah ambles terpaksa mengungsi di tenda pengungsian hingga kini.
(bbn/lom)










































