Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung Iming Ahmad dalam rapat kerja dengan Komisi A di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh, Selasa (30/3/2010).
"Dari 68 titik banjir cileuncang di Bandung, 54 titik belum ditanggulani. 14 titik yang sudah ditangani juga belum optimal," ungkap Iming.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dituturkan Iming, banjir cileuncang di Bandung terjadi akibat alih fungsi saluran air, gangguan sistem jaringan, penyempitan saluran dan perilaku masyarakat seperti membuang sampah sembarangan.
Upaya yang dilakukan DBMP, menurut Iming yaitu dengan melakukan normalisasi sungai dan saluran, pembenahan utilitas (penanaman kabel-kabel dan saluran lain-red), penataan badan sungai, pemeliharaan rutin sungai dengan pengerukan sedimen dan sampah, serta penertiban bangunan liar di sepanjang sungai.
"Penyebab banjir terus kami tanggulangi dan upaya juga terus ditingkatkan," tambahnya.
Anggaran untuk penanganan banjir cileuncang itu, menurut Iming telah diajukan ke pemerintah pusat.
(tya/avi)










































