Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengakui pengaruh situasi ekonomi global selama tahun 2009 berdampak pada pertumbuhan perekonomian Jabar. Namun, stabilitas ekonomi daerah relatif terpelihara, hal itu terbukti dengan laju pertumbuhan ekonomi yang mencapai 4,29 persen.ย
Begitu juga dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dihitung atas dasar harga berlaku di Jawa Barat tahun 2009, mencapai Rp 656,32 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 602,42 triliun.
"Situasi yang kondusif di Jawa Barat menjadi daya pikat bagi investor untuk menanamkan modalnya. Hal itu tergambar pada kinerja penanaman modal di Jabar sepanjang tahun 2009 dengan capaian realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)," jelas Heryawan dalam rilis yang diterima detikbandung, Selasa (30/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Herywan, kepercayaan para investor terhadap Jabar cukup tinggi. Buktinya adalah realisasi PMA dan PMDN secara keseluruhan tahun 2009 mencapai Rp 30,212 triliun atau mengalami kenaikan sebesar Rp 0,61 triliun dibandingkan dengan tahun 2008 yang nilai investasinya Rp 29,602 triliun.
"Sudah tentu prestasi ini merupakan wujud keseriusan pemerintah provinsi dalam menggenjot pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat Jabar,โ ujar Heryawan.
Heryawan menegaskan segala capaian tersebut terus dipacu dan dikembangkan serta langkah terobosan terus dilakukan. Di antaranya, kata dia, upaya promosi potensi ekonomi daerah dilakukan melalui berbagai event, antara lain promosi di Johanesburg Afrika Selatan yang menarik 31 investor untuk berinvestasi di Jawa Barat. Begitu juga dengan promosi di Dubai-UEA yang menarik minatย 22 investor.
Selain itu, tutur Heryawan, saat West Java International Expo (WJIE) digelar pada November 2009 di Kabupaten Bandung Barat, mampu memfasilitasi 25 proyek besar dengan nilai mencapai Rp 43,7 triliun.
"Minat para investor untuk menanamkan modal dan berusaha di Jawa Barat tidak terlepas dari keseriusan pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Khususnya dalam hal pelayanan perizinan dan urusan birokrasi lainnya. Semua kini berjalan secara baik dan profesional," ujar Heryawan.
Heryawan mengatakan komitmen penyelenggaraan pelayanan semakin mengedepankan kepuasan masyarakat. Begitu pun dengan kondisi infratsruktur yang semakin baik. Dimana jaringan jalan provinsi tahun 2009 dalam kondisi mantap (baik dan sedang-red) sepanjang 1.968,19 kilometer atau 89,50 persen dari jumlah panjang jalan provinsi 2.199,18 kilometer.
"Dan untuk tahun 2010 ini kondisi jalan akan semakin baik lagi dengan 92 persen mantap," terang Heryawan.
(bbp/bbp)











































