Dituturkan salah seorang saksi sekaligus korban penyerangan, Eka (20), sekitar pukul 21.00 WIB gerombolan motor yang tengah melakukan iring-iringan berhenti tepat di depan warnet.
"Ada 12-15 motor yang berhenti, mereka berboncengan," kata Eka saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (29/3/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dipaksa dan ditarik supaya ikut mereka. Tapi saya menolak dan melawan," tutur laki-laki berperawakan kurus itu.
Akibat perlawanan yang ia lakukan bogem mentah nyasar tepat di mukanya. Namun naas nasib dua orang yang saat itu jadi bulan-bulanan gerombolan bermotor.
"Mereka dipukul pakai botol dari warung sebelah," katanya.
Pantauan detikbandung, pintu dan kaca warnet pecah berantakan. "Waktu saya denger ada suara bising motor di depan (warnet), saya langsung tutup pintu karena takut ada apa-apa. Tapi mereka memaksa masuk dan melempar kaca pintu dan jendela dengan botol," kata penjaga warnet Eri Sanjaya.
Dua orang yang belum diketahui identitasnya kini tengah menjalani proses pemeriksaan. Keduanya mengalami cedera ringan akibat penganiayaan yang diduga dilakukan gerombolan bermotor itu. (ahy/ahy)











































