"Saat ini orang atau kelompok bisa menyampaikan protes, perlawanan dan lainnya melalui salah satu istrumen media yaitu facebook. Efektivitas pengguna facebook untuk menyampaikan yang baik atau buruk memang memiliki dampak lebih besar," jelas Budi kepada detikbandung melalui ponselnya, Senin (29/3/2010).
Budi mengatakan, kasus pada Erza yang menyinggung SARA tentu saja bakal menyakiti jati diri orang yang merasa identitasnya dilecehkan. Namun, kata Budi, kasus yang disampaikan Erza melalaui facebook dampak konfliknya akan berlangsung dengan facebooker melalui media sama pula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar kasus tidak meluas dan menjadikan konflik terbuka, lanjut Budi, upaya yang harus dilakukan ialah meredam emosi berlebihan. "Kasus ini kan bentuk stereotipe atau memojokan identitas tertentu. Jadi, diusahkan jangan tanggapi berlanjut. Bila ditanggapi, suasana akan menjadi panas," ungkapnya.
Budi menyatakan, pihak yang berselisih agar menyelesaikannya dengan melakukan negosiasi atau berunding. Terkait dengan pernyataan Erza yang melecehkan Sunda, Budi menganggap ini bisa ditangani tanpa perlu embel-embel kekerasan.
"Yang saya tahu, tipikal orang Sunda itu tidak memperpanjang masalah dan bisa mengendalikan diri. Bila toh ini tidak bisa diselesaikan dengan cara berunding, maka bisa diselesaikan secara aturan hukum berlaku," terang Budi.
Budi mengingatkan, belajar dari masalah ini, pengguna facebook agar bisa santun dan mengendalikan diri kala memanfaatkan situs jejaring sosial itu.
"Sudah saatnya pula pengguna facebook untuk lebih santun dalam meyampaikan pendapatnya. Hindari tindakan-tindakan stereotipe. Intinya, pengguna facebook harus bisa mengendalikan diri," tambahnya.
(bbp/lom)











































