Ketika melihat tembok bagian belakang rumah Nenoh ambrol perlaha, warga yang sedang bekerja bakti di sungai pun berteriak "Kalaluar..kalauar.." teriak warga di lokasi kejadian, Minggu (28/3/2010).
Untungnya, kejadian tersebut berlangsung singkat dan warga akhirnya memilih untuk menghentikan kerja baktinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga rumah itu ada 3 KK, 10 jiwa," imbuhnya.
Dituturkan Rudi, kondisi rumah tersebut memang sudah membahayakan. "Kami khawatir merembet ke bagian rumah lain yang ada di sekitra ambrolnya kirmir ini," kata Rudi.
Diberitakan sebelumnya, kirmir yang dilintasi anak Sungai Cikapundung ambrol, Sabtu pagi, sekitar pukul 08.30 WIB. Tiga rumah rusak akibat peristiwa tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang kesekian kali terjadi di Bandung.
(avi/avi)











































