Heryawan: Tidak Perlu Panik, Jatiluhur Aman

Heryawan: Tidak Perlu Panik, Jatiluhur Aman

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 26 Mar 2010 21:58 WIB
Heryawan: Tidak Perlu Panik, Jatiluhur Aman
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Waduk Jatiluhur dalam kondisi aman. Hal itu berdasarkan paparan penjelasan jajaran Direksi Perum Jasa Tirta II pengelola Waduk.

Heryawan mengatakan tak perlu khawatir berlebih terkait kondisi Waduk belakangan ini. Apalagi semua pihak terkait melakukan standar prosedur tetap yang menjamin kondisi Waduk aman. Mengenai adanya penggelontoran air, dilakukan sebagai langkah normal dan solutif sehubungan meningkatnya volume air.

"Pelepasan air Waduk Jatiluhur merupakan langkah solutif yang tentunya mempunyai dampak yang minimal. Timbulnya banjir di beberapa kawasan di Kabupaten Karawang, memang diakui sebagai dampak pelepasan air. Namun hal itu bukan penyebab utama, apalagi curah hujan cukup tinggi. Sementara kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum perlu dilakukan normalisasi,” tegas Heryawan dalam rilis yang diterima detikbandung, Jumat (26/3/2010) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siang tadi Heryawan bersama Komisi V DPR RI melakukan pemantauan Waduk Jatiluhur. Anggota Komisi V DPR RI Yosef Umar Hadi mengatakan pihaknya bersama jajaran Komisi V siap memperjuangkan hal-hal terkait dengan penanganan banjir Citarum. Apalagi ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Sementara Jawa Barat sebagai penyangga strategis Ibukota Negara harus mendapatkan prioritas penanganan banjir.

"Dukungan Komisi V DPR RI bagi segala upaya penanganan banjir Citarum. Secara politis dan moral kami siap,” tegas Yosef.

Pada kesempatan itu, secara bersama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Komisi V DPR RI dan Jajaran Direksi Perum Jasa Tirta II sepakat untuk melakukan koordinasi guna penanganan banjir.

Desak Penanganan Banjir Secara Holistik

Hujan lebat yang berakibat pada tingginya debit air, kurangnya daya resap tanah akibat berkurangnya pohon, penyempitan serta sedimentasi DAS Citarum ditenggarai sebagai penyebab banjir. Maka itu, Heryawan mendesak kepada semua pihak terkait untuk melakukan penanganan banjir dari hulu sampai hilir di seluruh wilayah Jabar secara holistik tidak parsial.

"Penanganan juga harus melibatkan seluruh stakeholders meliputi pemerintah pusat, provinsi, kota dan kabupaten dengan terkoordinir dan berkesinambungan," jelas Heryawan.

Heryawan mendampingi Menkokesra Agung Laksono dan Mensos Salim Segaf Al Jufri saat melakukan kunjungann kerja ke para korban banjir di Perumahan Bintang Alam Kabupaten Karawang, siang tadi.

Pada kesempatan tersebut, Agung Laksono menyerahkan bantuan secara langsung kepada para korban banjir melalui Bupati Karawang Dadang S.Muchtar sebesar Rp 500 juta, dari Salim Segaf Al Jufri sebesar Rp 200 juta serta 1.000 tenda dan 1.000 tikar, sementara Heryawan memberi bantuan sebesar Rp 800 juta untuk dana tanggap darurat yang telah diumumkan Bupati Karawang selama 14 hari.

Kepala Desa Telukjambe menyatakan banjir saat ini lebih hebat dari tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya sekitar 1.815 rumah terendam di Telukjambe, 1.457 KK atau sekitar 3.295 jiwa mengungsi.

Untuk membantu meringankan penderitaan para korban banjir Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga menyerahkan bantuan berupa 500 ton beras, mi instan 2.000 dus, alat dapur, pakaian, selimut, tenda, pembalut wanita dan lainnya.

(bbp/bbp)


Berita Terkait