Hendra mengatakan pelaku tiba-tiba masuk ke rumah sekitar pukul 11.45 WIB. Saat itu Hendra mengaku menginap di rumah tersebut.
"Setelah mengikat kami (Bayu dan Hendra-red), ada suara klakson mobil dari luar rumah. Lalu pelaku berteriak 'cepat...cepat...,' dan terdengar suara motor 2 tax," ujar Hendra saat ditemui di Ruang IGD RS Sartika Asih, Jalan Moh Toha, Jumat (26/3/2010).
Menurut Hendra, dirinya dan penghuni rumah lain yaitu kakak beradik Doni dan Bayu, tak berani melangkah keluar. Tak lama berselang, Doni yang juga tangannya terikat tali sepatu, memberanikan diri ke dapur untuk mengambil pisau. Usai melepas tali, Doni pun membuka ikatan di tangan Bayu dan Hendra.
Lebih lanjut Hendra menuturkan, Doni langsung mengambil motor dan berusaha mengejar pelaku. Sementara Hendra meminta tolong tetangga dan menelepon polisi.
Setelah itu Hendra kembali ke rumah dan melihat Bayu yang sedang dalam kondisi terluka di tangan kanan akibat sabetan benda tajam. Hendra pun membawa Bayu ke RS Sartika Asih menggunakan mobil. Saat pejalanan ke Sartika Asih, Hendra sempat mendengar suara letusan tembakan. Karena cemas dengan keadaan Bayu, ia terus memacu kendaraannya.
Bak film action, aksi kejar-kejaran serta tembak-menembak antara polisi dan pelaku di Jalan Pasirluyu Timur, Kecamatan Regol, Bandung, Jumat (26/3/2010) berujung pada tewasnya 3 perampok. Polisi juga menangkap tiga pelaku, dan masih melakukan pengejaran terhadap 4 kawanan perampok lainnya. Diketahui para pelaku menggunakan 2 mobil yakni jenis Toyota Avanza dan Suzuki APV. (dip/bbp)











































