"Luas retakan mencapai sekitar 4 meter," kata salah seorang warga Tatang Iskandar (40), saat dihubungi detikbandung via telepon, Rabu (24/3/2010).
Selain meluasnya retakan disertai amblesnya tanah, delapan rumah roboh akibat pergerakan tanah yang terjadi, Selasa (23/3/2010) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga sudah mengungsi semua, tidak ada korban jiwa," kata Tatang.
Delapan rumah tersebut adalah milik Ala Sunarya, Kosasih, Robandi, Dase, Ma Acih, Rasidi, Oma, dan Iman.
Retakan dan amblasnya tanah di Girimekar diketahui warga sejak Minggu (21/3/2010) pagi. Amblasan makin parah terjadi keesokan harinya. Curiga dengan pergerakan tanah, warga berinisiatif mengungsi dan membongkar material rumah yang masih bisa diselamatkan.
(ahy/ahy)











































