"Saya yakin tidak ada kebocoran soal apabila SOP dijalankan dengan seharusnya. Kalau tugasnya menjaga dilakukan dengan baik tentu tidak akan bocor, begitu juga dengan pengawasan," tuturnya saat ditemui wartawan sedang meninjau titik pendistribusian soal di SMA 8 Jalan Solontongan, Minggu (21/3/2010).
Dituturkan Oji, saat menerima soal dirinya tidak menemukan indikasi yang mencurigakan seperti halnya dus soal yang rusak atau terkoyak. "Tidak ada, saya tidak menemukan kecurigaan ke arah sana (kebocoran-red). Di setiap subrayon nantinya akan ada panitia subrayon yang piket untuk menjaga soal dengan pendampingan minimal dua orang petugas polisi," ujarnya.
Panitia subrayon terdiri dari kepala sekolah dan guru, ditambah personel kepolisian yang piket dua orang per hari, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Subrayon baru akan mengeluarkan soal-soal tersebut pagi hari sebelum pelaksanaan UN dimulai.
Oji juga mengimbau siswa untuk tidak mudah percaya jika ada oknum yang mengatakan memiliki bocoran soal atau bocoran jawaban. "Kalau bocoran soal tidak mungkin, kalau bocoran jawaban ya bisa saja dibuat oknum. Tapi jawaban itu yang punya cuma satu, ya dipusat saja," ujarnya.
(ema/ema)











































