"Saya bertemu dengan Kang Ebet sekitar tahun 90-an, waktu itu beliau membawa Bagito manggung di Australia, kita di ajak ke Chandra, Sydney, dan Melbourne. Kita pun di ajak siaran bareng di radio ABC di Australia," Ujar Didin saat ditemui di tempat pemakaman keluarga Kampung Cibarunai Blok 18, Keluarahan Sarijadi RT 1 RW 6 Kecamatan Sukasari, Bandung, Sabtu (20/3/2010).
Lebih lanjut Didi mengatakan, selama hidupnya Ebet tidak pernah mengeluh sakit, bahkan selalu memberi semangat kepadanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ebet menghembuskan nafas terakhirnya di ruang rawat HCU 5 RS Hasan Sadikin Bandung Sabtu (20/3/2010) sekitar pukul 05.47 WIB.
Sebelumnya, pria kelahiran Jakarta, 7 Juli 1936 tersebut dirawat di RSHS karena terkena serangan stroke usai makan malam di rumahnya, Jalan Mangga, Selasa (16/3/2010).
Stroke kali ini merupakan yang ketigakali dialami artis yang juga seniman Sunda itu. Ebet pertama kali terserang stroke tahun 2002 dan sempat dirawat di RS Pertamina Jakarta. Serangan stroke kedua dialami Ebet pada tahun 2008 dan hanya dirawat dirumahnya saja.
(avi/avi)










































