Menurut warga sekitar yang rumahnya dekat dengan Mapolsek Kiaracondong, aksi kaburnya tahanan bukan kali pertama terjadi.
Hal itu dikatakan Nina (42), warga yang rumahnya berada tepat di belakang kantor polisi. "Sejak saya gadis sudah sering," kata Nina kepada wartawan, saat ditemui di rumahnya, Jumat (19/3/2010).
"Malah saya aneh, kok sekarang ya hebohnya," imbuh Nina bertanya-tanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pantauan detikbandung, atap yang diduga digunakan dua tahanan sebagai jalur pelarian terlihat bolong. Tembok tersebut menempel dengan halaman belakang rumah Nina.
Saat kejadian, ia mengaku tidak mengetahui jelas tahanan yang kabur tersebut. Dirinya hanya mengetahui ketika pagar rumahnya berbunyi sebagai tanda ada yang membuka pagar.
"Suara pertama enggak lihat orangnya, yang kedua cuma kelihatan punggungnya saja. Dia pakai celana jeans pendek dan baju hitam," jelasnya.
Namun hal itu dibantah Kasatreskrim Polres Bandung Tengah AKP Zulkarnain Harahap saat ditemui di kantornya, Jalan Ahmad Yani. "Catatan kami, dari tahun 2009 ke belakang atau 5 tahun mundur tidak ada kejadian seperti ini," sanggahnya.
(ahy/bbp)










































