"Sistem ini menimbulkan tekanan tersendiri pada guru yang mengawas. Mau mengawas keras takut siswa di sekolahnya dikerasi," terang Iwan saat ditemui di Sekretariat Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Bandung, Jalan Matraman 17 Bandung, Jumat (16/3/2010).
Iwan menambahkan, aturan pengawas dilarang membawa ponsel juga bisa kendur dengan sistem ini.
"Pengawas dilarang membawa handphone. Tapi kalau ada tekanan begini, bisa ada kongkalikong antara panitia dan pengawas. Akhirnya hp boleh dibawa. Jawaban pun dismskan pada siswa di sekolahnya," tuturnya.
Ditambahkan Iwan, pihaknya berharap Tim Pemantau Independen bisa turut memantau pengawas-pengawas UN. "Akhirnya kita berharap pada Tim Pemantau Independen (TPI) karena mereka yang bisa masuk ke tiap ruang di sekolah," tutur Iwan.
(dip/avi)











































