"Kalau memang bicara butuh ya dibutuhkan, tapi perlu diperhatikan juga, urgen apa tidak? Jalur sepeda itu membutuhkan space berbeda dengan kategori moda trasportasi lainnya. Sepeda itu kan kayak becak, tidak mungkin mengambil ruas jalan yang nanjak," ujar Ofyar saat dihubungi detikbandung melalui telepon selular, Jumat (19/3/2010).
Lebih lanjut Ofyar mengatakan, dari sisi kebutuhan, jalur sepeda memang diperlukan, apalagi untuk mewujudkan green transportasi di Bandung. Namun, lanjut Ofyar, pemkot tetap harus memperhatikan keefektifan tujuannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ofyar, pemkot harus benar-benar memikirkan sebab akibat dari pembuatan jalur sepeda ini. Jika tidak, pembangunan tersebut akan sia-sia. "Tidak hanya terburu-buru karena desakan dari berbagai pihak, tapi harus dipikirkan matang," ujar Ofyar.
Diberitakan sebelumnya, tahun 2010 ini Kota Bandung akan memiliki jalur khusus sepeda di beberapa ruas jalan protokol. Pemkot Bandung mengklaim sudah melakukan proses tender dan pengerjaannya akan dilakukan Mei 2010.
Nilai proyeknya yakni sebesar Rp 2,3 miliar. Tiap jalur memiliki besar anggaran yang berbeda. Jalur pertama sebesar Rp 885 juta, jalur kedua Rp 450 juta, jalur ketiga Rp 565 juta, dan yang keempat Rp 399 juta.
Empat paket jalur tersebut adalah; Jalan Diponegoro - Simpang Dago, Jalan Sulanjana - Jalan Ganesha, jalur Jalan Dago (di depan kantor Dinas perkebunan Jabar) - Jalan Siliwangi dan jalur Balai Kota - Gedung Sate. (avi/lom)











































