Sarana yang dihadirkan Pemkot Bandung untuk warga, acap kali tak berjalan mulus. Contohnya, jalur bus Trans Metro Bandung (TMB) sempat diwarnai pro kontra, sementara Jalan Braga yang dipasangi batu andesit dan digemborkan khusus pejalan kaki, tak menunjukkan manfaatnya.
Berkaca dari itulah Paguyuban Sepedah Baheula (PSB) Bandung merasa tidak yakin bila jalur khusus sepeda dapat terlaksana secara maksimal.
"Ya, sebenarnya kami merasa gembira dengan adanya jalur khusus sepeda. Tapi, untuk pelaksanaannya apakah itu berhasil atau tidak, saya prediksi fifty-fifty. Kami berkaca dari pengalaman sebelumnya saja," ujar Wakil Ketua PSB Bandung, Ali Sugianta, saat dihubungi detikbandung melalui ponselnya, Kamis (18/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang lebih membuat para pecinta sepeda khawatir, lanjut Ali, justru kehadiran jalur khusus sepeda menimbulkan pihak pemkot menjadi gerah. "Nah, nanti kalau ternyata tidak maksimal, orang pemkot bilang, 'sudah dikasih jalan khusus tetapi dipakainya hanya hari minggu. Ini kan membuang dana saja," jelasnya.
Kalaupun pun tujuan jalur khusus sepeda itu bertujuan untuk mengurangi polusi kendaraan, kata Ali, sebenarnya urusan tersebut dikembalikan ke masing-masing individu. "Kalau saya merasa khawatir saja, biaya dikeluarkan tak sedikit untuk sarana jalur khusus sepeda, tetapi manfaatnya tidak tercapai," terang Ali. (bbp/lom)











































