Sebagai komunitas sepeda yang nantinya akan ikut memanfaatkan jalur sepeda di Bandung, Bike To Work (B2W) Bandung menyambut baik rencana pemkot untuk membuat jalur sepeda. Namun, mereka meminta jalur yang nanti akan dibuat bersahabat dengan cyclist (pesepeda-red).
"Kita menyambut baik, tapi kita berharap jalur yang dibuat bersahabat dengan kami. Artinya, jalur itu aman dan kami terlindungi. Jangan sampai kita harus dipepet angkot atau kendaraan bermotor lainnya," ujar Ketua B2W Bandung, Satiya Adi Wasana saat dihubungi melalui telepon selular, Kamis (18/03/2010).
Satiya juga mengatakan, nantinya mereka akan memaksimalkan jalur sepeda yang sudah dibuatkan oleh Pemkot Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satiya menerangkan, saat ini cyclist yang terdaftar sebagai anggota B2W Bandung ada sekitar 800 orang. "Kalau yang terdaftar sekitar 800, tapi yang tidak terdaftar masih banyak," terangnya.
Tahun ini Kota Bandung akan memiliki jalur khusus sepeda di beberapa ruas jalan protokol. Pemkot Bandung mengklaim sudah melakukan protes tender dan pengerjaannya akan dilakukan Mei 2010. Nilai proyek jalur sepeda ini mencapai Rp 2,3 miliar.
Rencananya, jalur sepeda akan dibuat dalam empat paket, yakni Jalan Diponegoro - Simpang Dago, Jalan Sulanjana - Jalan Ganesha, jalur Jalan Dago (di depan kantor Dinas Perkebunan Jabar) - Jalan Siliwangi dan jalur Balai Kota - Gedung Sate.
Tiap jalur memiliki besar anggaran yang berbeda. Jalur pertama sebesar Rp 885 juta, jalur kedua Rp 450 juta, jalur ketiga Rp 565 juta, dan yang keempat Rp 399 juta.
(avi/bbp)











































