"Hanya diparkirin di sini, dipake enggak," ujar Asun Sunjana (40) koordinator pengungsi di Gedung PDIP saat berbincang di lokasi pengungsian, Rabu (17/3/2010).
Asun mengungkapkan, sejak kedatangan mobil klinik ini satu bulan yang lalu, fasilitas ini baru dibuka sebanyak tiga kali. Selebihnya, hanya terparkir di halaman gedung tanpa termanfaatkan. Hal ini dirasa cukup mengganggu bagi pengungsi di gedung ini karena hanya menamah kepadatan halaman gedung yang sudah cukup penuh oleh jemuran pengungsi.
"Cuman nambahin penuh aja mobil ini," keluhnya.
Saat ditemui di Puskesmas Baleendah, petugas kesehatan lingkungan Kecamatan Baleendah, Agus tidak memberikan banyak keterangan soal keluhan pengungsi ini. Ia mengaku sibuk membereskan obat-obatan yang baru tiba untuk keperluan pengungsi. "Muter terus kok, tiap hari," ujarnya singkat.
Berdasarkan pengamatan detikbandung, hingga pukul 12.45 WIB, mobil klinik tersebut masih dalam keadaan terkunci di halaman Gedung PDIP.
Di tiga titik pengungsian, penyakit yang dikeluhkan berbeda-beda. Di Gedung PDIP, mayoritas pengungsi terserang mag, sedangkan di Gedung Juang sebagian besar mengaku sakit batuk dan pernafasan. Sementara itu, muntaber paling banyak diderita pengungsi di Gedung Inkanas.
(lom/lom)











































