"Sekolah berstandar internasional tidak perlu menggunakan UN sebagai penentu kelulusan. Toh mereka sudah memiliki sistem ujian yang tidak kalah sulit dan ketatnya dengan UN," terangnya ketika ditemui wartawan usai pengumuman nama-nama pemenang Sayembara Desain Arsitektur ITB di Galeri Arsitektur ITB, Jalan Ganeca No 10, Kota Bandung, Senin (15/3/2010).
Indra Djati pun menyayangkan jika ada PT yang menolak siswa dari sekolah internasional lantaran tidak menempuh UN. "Karena sudah ada ujian sendiri tidak perlu ada ujian nasional. Dan rasanya tidak baik jika PT menolak," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cek saja ke Depdiknas. Apakah ujiannya sesuai standar dan sang siswa benar-benar lulus. Toh seseorang dimasukan ke sekolah internasional bukan tanpa alasan. Bisa mengejar kualitas pembelajaran, bahasa asing dan lainnya," ucapnya.
Namun jika siswa yang bersekolah di sekolah internasional harus menempuh UN, ia berharap agar pemberitahuan diberlakukan jauh hari sebelumnya.
"Kalau sekolah internasional harus UN, jangan mendadak dong. Harus jauh-jauh hari diberitahu," ujar Indra.
(dip/bbp)











































