Hal ini dituturkan Rektor ITB Akhmaloka ketika ditemui wartawan di Kampus ITB Senin (15/3/2010). "Jangan salah persepsi. Kita menyuarakan antiperjokian bukan untuk menjebak calon joki. Terlebih dengan adanya laporan mahasiswa yang diminta menjadi joki," terangnya.
Lebih lanjut Akhmaloka menuturkan, pihaknya tidak akan memproses mahasiswa-mahasiswa yang dilaporkan ditawari menjadi joki itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya sanksi bagi mahasiswa-mahasiswa ITB yang menjadi joki SNMPTN tahun ini, Akhmaloka menuturkan sanksi terberat adalah kehilangan status mahasiswa.
"Tentu ada sanksinya. Tidak bisa dibiarkan. Tapi semua ada prosesnya dan kalau memang pelanggarannya sangat berat bisa dikeluarkan," tandas Akhmaloka.
(dip/lom)










































