"Mulai dari menanam sampai merawat hingga besar, itu tugas mereka (CV SSP-red). Kami hanya mengawasi saja," ujar Sekretaris Dinas Pertamanan Kota Bandung Arif Prasetya saat dihubungi detikbandung, Sabtu (13/3/2010).
Menurut Arif, hal itu dilakukan agar biro iklan tersebut tahu bahwa merawat pohon itu tidak mudah. "Menanam pohon di media jalan seperti itu tidak mudah, mereka harus tahu itu, supaya tidak melakukan penebangan lagi. Juga membuat mereka merasa memiliki (pohon-red)," sambungnya.
Untuk pohon yang telah ditebang, lanjut Arif, akan dibiarkan terlebih dahulu untuk melihat kemungkinan hidupnya. "Pohon yang ditebang habis seperti itu kemungkinannya ada dua. Mati karena tidak bisa berfotosintesa akibat tidak ada daunnya, atau mungkin bisa hidup jika ada trubus (daun kecil-red) yang muncul," jelas Arif.
Sebanyak 70 pohon jenis dadap merah telah ditanam oleh CV SSP semalam. Pantauan detikbandung, pohon-pohon setinggi 1,5-2 meter itu disangga dengan tongkat kayu. (tya/ema)











































