Jadi 'Haji' di Taman Balai Kota

Jadi 'Haji' di Taman Balai Kota

- detikNews
Sabtu, 13 Mar 2010 10:21 WIB
Jadi Haji di Taman Balai Kota
Bandung - Wajah Raden Dewi Sartika terlihat tegar dan tegas. Matanya seolah tak melepaskan pandangan dari kerumunan bocah di hadapannya. Ia terus mengamati 46 anak kecil yang mengelilingi Ka'bah yang dibuat oleh guru mereka.

Mungkin Sang Pahlawan dari Jawa Barat ini merasa gemas melihat tingkah polah anak-anak usia 5 tahun yang bertingkah layaknya umat muslim dewasa yang menjalankan rukun islam yang kelima. Sayangnya ia hanyalah patung yang dibuat untuk menghormati pahlawan pergerakan perempuan Jabar yang meninggal tahun 1947 ini.

Tak mengapa bila patung tokoh kelahiran Bandung ini tak bisa berbuat apa-apa. Manasik haji yang dilakukan oleh murid PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Al-Mubaroq ini tetap berjalan sebagaimana mestinya. Mereka melaksanakan manasik di Taman Balai Kota Bandung Jalan Wastukencana ini memang bukan untuk dilihat sang Dewi, tapi agar lebih dekat dengan sekolah mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adalah Hj. Tien Kartini, kepala sekolah dari tempat anak-anak ini belajar yang memimpin manasik secara langsung. Tien memang telah terbiasa membawa anak-anak didiknya ke taman di halaman kantor walikota ini. Biasanya anak-anak seumuran Sinchan di serial animasi Crayon Sinchan ini mendapatkan pelajaran olah raga di tempat ini sekali dalam 2 minggu.

"Udah biasa bawa anak-anak kesini. 2 Kali seminggu tiap hari Jumat buat olah raga," tutur perempuan yang berpakaian serba putih ini.

Namun soal manasik haji, ia baru 2 kali mengadakannya di tempat ini. Sebelumnya, ia melakukan hal serupa tahun lalau, atas seizin dari Walikota Bandung, Dada Rosada.

"Ini yang kedua. Pertama kali tahun lalu saya bawa kakak kelas mereka ke sini," lanjutnya.

Ia mengatakan, pihak Pemkot Bandung sangat akomodatif dengan PAUD, termasuk dalam pemberian izin untuk melakukan manasik haji di kantor pemerintahan ini. Di tempat umum ini, ia dan jajaran pengajar lainnya bisa memberikan gambaran tentang kewajiban umat muslim yang memiliki kemampuan untuk ke tanah suci ini.

"Pemerintah mudah dalam membantu kegiatan PAUD seperti manasik ini. Apalagi saya kan sudah biasa bawa anak-anak ke sini untuk olah raga," tutur perempuan berkaca mata ini.

Ia mengaku cukup nyaman dalam membawa anak-anak ke tempat ini. Selain dekat dengan tempat mereka bersekolah di kawasan Babakan Cianjur, tempat ini pun cukup teduh untuk memayungi anak-anak dari panasnya terik matahari. "Teduh juga di sini, banyak pohonnya jadi anak-anak gak terlalu kepanasan," ungkapnya.

Di halaman tempat kerja para elit Kota Bandung ini, mereka memutari Ka'bah sambil mengucapkan lafadz .Labaikalloh humma labbaik , lababbaikalla syarikalakala baik, innal hamda, wa ni'mata laka walmuka la syarikalak dengan nada polos mereka, dan diselingi tawa canda khas anak-anak.
(tya/tya)


Berita Terkait