Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persib, Risha Adi Wijaya kepada wartawan di kafe Persib, jalan Sulanjana, Jumat (12/3/2010).
Namun, menurut Adi, pihaknya belum mendapat laporan tertulis dari dari Komisi Disiplin (Komidis) PSSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain insiden pelemparan, Bontang FC pun melaporkan tindakan rasisme yang dilakukan beberapa oknum bobotoh. Tindakan itu berupa nyanyian bernada cemoohan yang ditujukan pada klub dan suporter lain.
"Selain masalah pelemparan, rasisme yang dilakukan oknum bobotoh pun ikut dilaporkan," lanjutnya.
Adi mengatakan, untuk masalah rasisme, saksi yang dijatuhkan biasanya denda Rp 250 juta dan larangan tanpa penonton. Namun ia belum mengetahui denda yang mungkin dijatuhkan dalam insiden pelemparan.
Kalau sanksi ini benar-benar diberikan pada Persib, kemungkinan sanksi itu dijatuhkan setelah laga Persib melawan Persema Malang tanggal 17 Maret nanti.
Hal ini sangat dikhawatirkan oleh Persib, karena setelah laga tersebut, Persib masih memiliki lima laga krusial di kandang menghadapi Persipura, Persiwa, Sriwijaya FC, Persiba, dan PSM.
"Kami khawatir karena masih ada laga kandang melawan tim-tim tangguh di Liga Super Indonesia.
Dalam menghadapi laga kandang hari Minggu (14/3/2010) ini, pihaknya sangat mengharapkan bobotoh bersikap tertib dan teratur. Apa lagi pada laga tersebut, beberapa petinggi PT Liga Indonesia direncanakan hadir untuk peluncuran official car.
"Bobotoh diharapkan tidak merusak atau melakukan vandalisme fasilitas yang ada di stadion," harapnya
(avi/avi)










































