"Bencana di Jabar lebih banyak disebabkan ulah manusia yang merusak lingkungan. Seperti banjir dan longsor. Beda dengan bencana gempa yang merupakan satu fenomena alam," tuturnya usai acara kuliah umum 'Menuju Model Integratid Sistem Penanganan Kelompok Marjinal di Indonesia' di Kampus STKS, Jalan Ir H Djuanda, Jumat (12/3/2010).
Menyikapi hal ini, pihaknya akan memfokuskan penanganan bencana di Jabar pada penanaman pohon dan pembenahan Daerah Aliran Sungai (DAS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai penanganan DAS, hal yang menjadi prioritas di Jabar adalah Sungai Citarum. "Oksigen di sana sudah nol. Ikan apapun mati, artinya sudah sangat parah. Kekentalan lumpurnya pun dahsyat sekali. Dan menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir. Minggu lalu kami sudah mengadakan pembicaraan dengan Gubernur mengenai hal ini," ungkap Agung.
(dip/bbp)










































